Pages

Kenali Faktor Risiko dan Penyebab Takikardia Sebelum Terlambat

Takikardia atau palpitasi adalah kondisi serius berupa percepatan denyut jantung. Faktor risiko seseorang mengalami kondisi ini adalah faktor keturunan, usia, perubahan hormon, stres, anemia, gaya hidup yang tidak baik, dan riwayat penyakit jantung. Berbagai faktor risiko ini mengerucut pada berbagai faktor penyebab takikardia yang dapat dijelaskan lebih detail dalam beberapa komponen di bawah ini.

1. Kondisi Organ Jantung
Hal pertama yang menyebabkan percepatan detak jantung adalah kondisi organ jantung yang bermasalah. Gangguan pada jantung menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat, di antaranya adalah aritmia, serangan jantung, gagal jantung, persoalan pada jantung, ataupun kelainan jantung sejak lahir. Kardiomiopati hipertrofik juga menyebabkan timbulnya takikardia. Kondisi ini berupa pembesaran ataupun penebalan dinding otot jantung yang tentu saja memengaruhi detak jantung dan cara kerja dalam memompa darah.

2. Kondisi Tubuh Tertentu
Selain kondisi organ jantung yang memang bermasalah, kondisi tubuh juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Beberapa kondisi tubuh yang perlu diwaspadai adalah mengalami anemia, kadar gula atau kalium yang rendah, demam, dehidrasi, rendahnya kadar oksigen atau karbondioksida dalam darah, kelenjar tiroid yang terlalu aktif, kelainan zat elektrolit, dan mengalami syok. Berbagai penyebab takikardia berupa gangguan tubuh ini perlu dicegah atau diminimalisasi agar mampu menurunkan risiko percepatan denyut jantung.

3. Kondisi Emosional

Kondisi Emosional

Emosi sangat berperan memengaruhi kondisi tubuh. Percepatan denyut jantung yang menyebabkan jantung berdebar juga dipicu oleh kondisi emosi yang meningkat dan tidak stabil. Penyebab takikardia yang berupa emosi adalah perasaan gelisah, stres, panik, gugup, cemas, dan takut terhadap suatu hal. Untuk itu, cobalah untuk mengatur emosi demi kestabilan detak jantung. Kecerdasan emosi akan membentuk mental yang baik juga, sehingga tubuh tidak mengalami masalah.

4. Perubahan Hormon
Kondisi alami tubuh berupa perubahan hormon juga berpengaruh mempercepat denyut jantung. Perubahan hormon yang tidak stabil dan terlampau sering, sangat berisiko menjadi penyebab takikardia. Perubahan hormon ini berupa hormon kewanitaan saat menstruasi, saat kehamilan, dan sebelum atau selama menopause. Saat periode kehamilan, perubahan hormon umumnya sering terjadi dan mengakibatkan jantung berdebar tidak menentu. Untuk itu, ibu hamil perlu berlatih mengatur emosi dan kesehatan tubuh agar dapat meminimalisasi efek perubahan hormon yang terjadi secara alami.

5. Mengonsumsi Obat-Obatan

Mengonsumsi Obat-Obatan

Apakah Anda sering mengonsumsi obat-obatan tertentu tanpa resep dokter? Hal ini sebaiknya dihindari karena menjadi salah satu penyebab takikardia. Percepatan denyut jantung ini sangat berbahaya karena mengganggu kerja jantung yang berujung pada gangguan tubuh karena aliran darah tidak lancar. Selain obat tanpa resep dokter, obat-obatan untuk penyakit tertentu yang bersifat kronis juga berpengaruh. Untuk itu, lakukan pola hidup sehat demi menjaga kesehatan jantung.

6. Gaya Hidup

Gaya Hidup

Gaya hidup yang tidak sehat sudah pasti berpengaruh pada kesehatan tubuh, termasuk jantung. Dilansir dari halodoc.com, beragam kebiasaan yang tidak baik tersebut memicu percepatan denyut jantung, di antaranya terlalu banyak mengonsumsi kafein, terlalu banyak merokok, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, melakukan olahraga berat, mengonsumsi obat terlarang, dan berlebihan mengonsumsi makanan pedas.

Mengetahui dan memahami faktor risiko sampai berbagai penyebab takikardia di atas harus dilakukan demi upaya pencegahan. Dengan mengetahuinya, Anda bisa menghindari berbagai penyebabnya tersebut. Di samping tindakan tersebut, faktor usia dan keturunan juga berpengaruh. Ketika ada keluarga Anda punya riwayat penyakit jantung, perlu lebih berhati-hati menjaga kesehatan tubuh. Sama halnya ketika menginjak usia dewasa dan lansia harus menjaga kesehatan tubuh agar jantung tetap normal.

Sumber artikel:
hellosehat.com
www.alodokter.com
www.halodoc.com

Sumber gambar:
hardrockfm.com
radarcirebon.com
nationalgeographic.grid.id
 

Most Reading

Sidebar One